APA
ITU REGOLIT ?
REGOLIT atau Rekreasi Keorganisasian dan Observasi Lapang lmu Tanah
adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan KAMAHITA setiap tahun. Kegiatan ini
diharapkan dapat menambah pengetahuan Mahasiswa llmu Tanah dengan turun
langsung ke Lapangan dan juga dapat memperluas jaringan ke instansi-instansi
yang terkait dengan jurusan llmu Tanah. REGOLIT edisi kali ini mengunjungi KMC
atau Kalbar Mineral Center. Tujuan kunjungan ini untuk meningkatkan
pengetahuan, wawasan serta keterampilan dalam memahami orientasi lapangan
dengan menggunakan alat navigasi (GPS).
RANGKAIN
KEGIATAN REGOLIT
1.
Penggunaan alat navigasi (GPS)
APA
ITU GPS?
Sebelum mengetahui
bagaimana cara kerja GPS, akan lebih baik jika Anda mengetahui GPS dan
karakteristik yang dimilikinya terlebih dahulu. Seperti yang telah disebutkan
sebelumnya, GPS atau singkatan dari Global Positioning System, merupakan suatu
sistem teknologi yang dirancang untuk menunjukkan posisi seseorang atau lokasi
suatu tempat yang bisa digunakan kapan saja dan di mana saja.
Dalam menjalankan
fungsinya, GPS memanfaatkan satelit untuk mengirimkan sinyal sehingga bisa
mendeteksi lokasi seseorang atau suatu tempat yang diinginkan. GPS ini dapat
diakses oleh siapa saja, baik GPS khusus yang terdapat pada kendaraan, maupun
GPS yang terpasang pada smartphone. Dengan
menggunakan GPS ini, Anda bisa mendapatkan lokasi dengan presisi atau tingkat
keakuratan yang tinggi.
CARA
KERJA
Setelah mengetahui elemen apa saja yang digunakan, berikutnya perlu
diketahui bagaimana cara kerja GPS dalam menjalankan fungsinya. Pada dasarnya,
cara kerja GPS sendiri mengandalkan pengukuran jarak atau jangkauan, yaitu
antara penerima dengan satelit.
Dalam hal ini,
biasanya satelit akan berputar mengelilingi bumi dalam lintasan orbit. Kemudian,
satelit akan mengirimkan sinyal keberadaan lokasi seseorang atau suatu tempat
yang dapat dilacak melalui GPS.
Di samping itu, segmen kontrol atau stasiun bumi akan memancarkan radar
untuk mengontrol apakah satelit dapat berfungsi dengan baik. Dengan begitu
dapat dipahami bahwa ketiga elemen ini saling mendukung satu sama lain,
sehingga cara kerja GPS dapat berjalan dengan baik oleh setiap penggunanya.
2. Pengenalan Batuan
Batuan merupakan
kumpulan-kumpulan atau agregat dari mineral yang telah dalam keadaan mengeras
atau membeku. Siklus batuan berawal dari terbentuknya batuan beku, pelapukan
batuan beku, pergerakan batuan, sedimentasi, metamorfosis dan pencairan magma
kembali. Dalam pengelompokannya, batuan dibedakan berdasarkan komposisi mineral
dan kimia dengan tekstur partikel dan proses pembentukannya. Secara umum
Kalimantan Barat tersusun oleh batuan tua berumur Trias (± 204 juta tahun)
berupa batu pasir berlapis, andesit, granit yang ditutupi di atasnya oleh
batuan sedimen dan aluvium berumur Kuarter (< 1,6 juta tahun). Batuan
diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni batuan beku, batuan sedimen, dan
batuan metamorf.
a) Batuan beku
Batuan
beku merupakan batuan yang terbentuk karena proses pembentukannya terjadi dari
magma yang telah mengalami pendinginan atau pembekuan. Umumnya batuan ini
berada di dalam kerak bumi.
b)
Batuan sedimen
Batuan
sedimen adalah jenis batuan yang terbentuk di atas permukaan bumi dan terjadi
proses pembekuan pada suhu tekanan udara rendah. Batuan ini merupakan batuan yang
sudah ada sebelumnya dan terkena berbagai jenis pelapukan. Hasil dari proses
pelapukan dan erosi tersebut mengendap di dalam cekungan dan menjadi satu.
Seiring berjalannya waktu, kumpulan endapan tersebut menjadi sebuah batu yang
baru.
c) Batuan metamorf
Batuan
metamorf atau malihan merupakan jenis batuan yang berasal dari batuan sedimen
dan batuan beku. Batuan ini merupakan hasil transformasi dari suatu tipe batuan
yang sudah ada sebelumnya, atau biasa disebut dengan metamorfosis. Proses
pembentukan batuan ini berasal dari batuan yang sudah ada sebelumnya, yaitu
protolith. Batuan ini akan mengalami perubahan kimia atau fisika yang cukup
besar. Pasalnya, protolith atau batuan asal akan dikenai panas lebih dari 150
derajat celcius.
Komentar
Posting Komentar