PERAN TANAH SEBAGAI PEREAKSI KIMIA

 

  Peran tanah sebagai pereaksi kimia dalam tanah yaitu sebagai dekomposer atau pengurai. Organisme di tanah dapat melakukan dekomposisi atau penguraian terhadap bahan-bahan organik yang diperlukan dari sisa-sisa hidup, misalnya daun-daun yang jatuh ke tanah, ranting-ranting, dan jasad hewan yang telah mati. Seluruhnya kemudian diuraikan menjadi materi organik yang lebih sederhana. Dekomposisi ini dapat dilakukan oleh bakteri, jamur, dan cacing.

Tanah merupakan suatu bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah memiliki peranan yang sangat vital bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

    Peran utama tanah adalah sebagai dekomposer atau pengurai. Organisme di tanah dapat melakukan dekomposisi atau penguraian terhadap bahan-bahan organik yang diperlukan dari sisa-sisa hidup, misalnya daun-daun yang jatuh ke tanah, ranting-ranting, dan jasad hewan yang telah mati. Seluruhnya kemudian diuraikan menjadi materi organik yang lebih sederhana. Dekomposisi ini dapat dilakukan oleh bakteri, jamur, dan cacing. Organisme dalam tanah yang digunakan sebagai dekomposer juga dapat digunakan dalam pembuatan pupuk kompos, salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan kehidupan, dapat mengandung mikroorganisme.

Beberapa peranan tanah sebagai dekomposer atau pengurai dijelaskan sebagai berikut :

1. Pereaksi Kimia dalam Tanah. 

     Di dalam tanah, terdapat bakteri yang terlibat dalam reaksi penguraian bahan organik menjadi nitrat, yang mana ia sebagai komposisi yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Seperti yang diketahui bahwa nitrogen di dalam tanah karena adanya dekomposisi. Nitrogen dalam bentuk gas di alam tidak dapat digunakan secara langsung oleh tumbuhan dan hewan, tetapi dapat digunakan secara langsung oleh beberapa bakteri untuk menyelamatkan dan menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain, dengan siklus yang dimulai dari fiksasi nitrogen, nitrifikasi, amonifikasi, dan denitrifikasi. Selain itu, dalam siklus nitrogen, tersedia juga mikoriza, yaitu jamur yang dapat membantu tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan, ketahanan terhadap serangan penyakit, kemampuan menyerap hara yang tidak diragukan, serta dapat meningkatkan aerasi tanah.

2. Pengurai Polutan dalam Tanah.

 Peran penting dalam tanah selanjutnya adalah agen biologis yang dapat membersihkan polutan dengan menguraikannya menjadi bahan yang tidak berbahaya. Misalnya limbah padat, pestisida, dan deterjen. Keberadaan nitrogen, fosfor, dan garam mineral yang berlebih di dalam tanah juga dapat melepaskan racun bagi tanaman. Sumber polutan utama tanah biasanya dari pertanian yang menggunakan pupuk dan pestisida dalam jumlah besar serta pertanian. Penguraian polutan di tanah ini dapat dilakukan dengan lebih cepat jika ada aktivitas tanah lebih tinggi, dengan terkuncinya tidak beracun dan polutan di dalam tubuh bakteri yang dapat membuat tidak bertambah parah.

3. Pencegah Penyakit Tanah. 

     Diketahui bahwa di dalam tanah memiliki konsentrasi yang normal. Pada saat itu, patogen dapat masuk ke dalam tanah. Namun, secara alami patogen-patogen tersebut hanya memilih tanah yang terkendali.

4. Pemberi Pengaruh pada Tekstur Tanah.

 Tanah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan teksturnya, yaitu tanah tingkat kehalusan tanah yang disebabkan oleh perbedaan komposisi pasir, debu, dan tanah liat dalam tanah. Macam-macam tekstur tanah seperti tanah bertekstur halus atau tanah liat, tanah bertekstur sedang atau tanah lempung, dan tanah bertekstur kasar atau tanah pasir.

5. Pengatur Kegemburan dan Struktur Tanah. 

   struktur tanah dari susunan partikel-partikel tanah yang satu sama lain menjadi gumpalan. Pengikatnya merupakan bahan perekat yang diproduksi oleh makhluk tanah. Kemudian, lendir yang menghasilkan tanah akan bercampur dengan tanah dan membuat gumpalan-gumpalan tanah. Struktur dan kegemburan pada tanah saling terkait. Organisme tanah yang mampu membuat pori-pori yang bisa menggemburkan tanah serta memungkinkan terjadi aerasi tanah. Tanah dengan jumlah yang cukup akan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

Jadi, semua peranan tanah ialah sebagai dekomposer, baik dekomposer pereaksi kimia ataupun yang biologi sekaligus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONTAK KAMAHITA

Data Nama-Nama Dosen Ilmu Tanah

Goes To School